Tingkatkan Kompetensi Hukum, Aparatur Pengadilan Negeri Siak Sri Indrapura Ikuti FGD Implementasi KUHP Baru

Siak Sri Indrapura – Jumat 30 Januari 2026 Jajaran hakim dan tenaga teknis Pengadilan Negeri (PN) Siak Sri Indrapura mengikuti kegiatan Dialog Interaktif Prima (Pengadilan Tinggi Riau Menyapa) Episode 16 yang diselenggarakan oleh Pengadilan Tinggi Riau. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) ini mengusung tema krusial, yakni “Implementasi KUHP, KUHAP dan Penyesuaian Pidana bagi Aparatur Peradilan Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Riau”.
Seluruh aparatur PN Siak Sri Indrapura mengikuti rangkaian acara ini secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dari kantor operasional mereka. Partisipasi aktif ini merupakan tindak lanjut dari undangan resmi Ketua Pengadilan Tinggi Riau, YM. Ibu Dr. Hj. Diah Sulastri Dewi, S.H., M.H., guna memastikan seluruh tenaga teknis peradilan di wilayah Riau memiliki pemahaman yang selaras mengenai regulasi pidana terbaru.
Kegiatan FGD ini terbagi menjadi dua sesi utama yang menghadirkan narasumber otoritatif di bidang hukum pidana:
Sesi Pertama (13:30 – 16:00 WIB): Menghadirkan Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D., seorang Guru Besar dan Pakar Hukum Pidana serta Hak Asasi Manusia. Beliau membedah tantangan dan penyesuaian yang diperlukan dalam implementasi KUHP nasional yang baru.
Sesi Kedua (19:00 – 22:00 WIB): Menghadirkan YM. Dr. H. Prim Haryadi, S.H., M.H., selaku Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung RI. Sesi ini berfokus pada kebijakan teknis yudisial dan penyesuaian praktik persidangan bagi aparatur peradilan.
Keikutsertaan PN Siak Sri Indrapura dalam agenda “Prima Episode 16” ini menunjukkan komitmen lembaga dalam meningkatkan kualitas intelektual dan profesionalisme SDM. Dengan pemahaman mendalam mengenai implementasi KUHP dan KUHAP, diharapkan proses penegakan hukum di wilayah Siak dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, dan sesuai dengan perkembangan hukum nasional terkini.
Meskipun dilaksanakan secara daring bagi para hakim dan tenaga teknis, esensi diskusi tetap berjalan interaktif dan penuh bobot edukasi.





